Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » BEM PTNU: Wacana Reset Indonesia Berpotensi Ancam Persatuan Nasional

BEM PTNU: Wacana Reset Indonesia Berpotensi Ancam Persatuan Nasional

  • account_circle GB Admin
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
Jakarta, Gresik Bersuara – 21 September 2025, Gelombang wacana dengan tagar “Reset Indonesia” yang belakangan ramai digaungkan sejumlah kelompok aktivis dan komunitas daring mendapat tanggapan kritis dari Arya Eka Bimantara, Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi Nasional BEM PTNU. Dalam pernyataan resminya, Arya menegaskan bahwa gagasan “reset” terhadap sistem kebangsaan justru berpotensi mengancam fondasi persatuan nasional serta mengabaikan nilai-nilai luhur yang telah menjadi pilar bangsa sejak kemerdekaan.
Arya menyoroti bahwa istilah “Reset Indonesia” kerap digunakan dalam aksi-aksi protes maupun diskusi publik, namun hingga kini tidak memiliki definisi, prinsip, maupun arah yang jelas. “Reset” seringkali dimaknai sebagai tuntutan perubahan radikal terhadap sistem politik, ekonomi, dan sosial, tanpa mempertimbangkan risiko instabilitas dan disintegrasi bangsa.
Menurut Arya, sejarah telah membuktikan bahwa perubahan radikal tanpa pijakan nilai dan konsensus nasional justru membuka ruang bagi konflik horizontal, polarisasi, hingga kekerasan. “Indonesia bukan sekadar negara administratif, melainkan rumah bersama yang dibangun di atas fondasi nilai-nilai agama, Pancasila, dan semangat kebangsaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa perspektif BEM PTNU didasarkan pada prinsip Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Prinsip yang berakar dari tradisi Islam Nusantara dan dipopulerkan oleh ulama pendiri bangsa seperti KH. Wahab Hasbullah dan KH. Hasyim Asy’ari itu menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI merupakan bagian dari pengamalan iman.
“Hubbul Wathon Minal Iman bukan sekadar jargon, melainkan landasan teologis dan historis yang terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya,” jelas Arya. Prinsip ini, lanjutnya, juga menjadi benteng utama menghadapi ancaman radikalisme, terorisme, maupun gerakan separatis yang kerap memanfaatkan isu perubahan sistem demi kepentingan sempit.
Arya menekankan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi negara yang kokoh melalui Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara harus berlandaskan nilai-nilai agama, tanpa menjadikan Indonesia sebagai negara agama maupun sekuler.
“Negara ini dibangun atas dasar konsensus para pendiri bangsa yang menempatkan agama sebagai sumber moral dan etika publik, sekaligus menjamin kebebasan beragama serta menghormati keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tuntutan “reset” seringkali mengabaikan fakta bahwa Indonesia telah memiliki mekanisme reformasi dan perbaikan sistem secara konstitusional, baik melalui amandemen, legislasi, maupun partisipasi publik. “Alih-alih melakukan reset yang berisiko menimbulkan kekacauan, bangsa ini seharusnya memperkuat evaluasi, pengawasan, dan perbaikan sistem secara bertahap serta inklusif,” tegasnya.
Arya juga mengingatkan bahwa data survei nasional menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia lebih menginginkan stabilitas, keamanan, dan kesinambungan pembangunan ketimbang perubahan radikal yang tidak jelas arah dan tujuannya. “Kita harus belajar dari sejarah: setiap upaya perubahan besar tanpa landasan nilai dan konsensus nasional justru berujung pada kegagalan dan penderitaan rakyat,” tambahnya.
Sebagai penutup, Arya Eka Bimantara menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi wacana perubahan radikal yang tidak berpijak pada nilai kebangsaan dan agama. “Mari kita rawat Indonesia dengan semangat Hubbul Wathon Minal Iman, memperkuat Pancasila, dan terus berikhtiar memperbaiki bangsa melalui jalan konstitusional, dialog, serta musyawarah,” pungkasnya.
  • Penulis: GB Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hans Dehmelt, Nobel Laureate for Isolating Electrons, Dies at 94

    Hans Dehmelt, Nobel Laureate for Isolating Electrons, Dies at 94

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Cursus iaculis etiam in In nullam donec sem sed consequat scelerisque nibh amet, massa egestas risus, gravida vel amet, imperdiet volutpat rutrum sociis quis velit, commodo enim aliquet. Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus […]

  • PEDULI ACEH DAN SUMATERA,PEMUDA DESA KEPATIHAN KEC MENGANTI GELAR AKSI PENGGALANGAN DANA

    PEDULI ACEH DAN SUMATERA,PEMUDA DESA KEPATIHAN KEC MENGANTI GELAR AKSI PENGGALANGAN DANA

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    ‎Gresik,21 Desember 2025-GRESIK BERSUARA-‎Minggu pagi hari tepatnya dijalan raya Kepatihan ratusan warga dan karang taruna dusun Ngasinan desa Kepatihan melakukan aksi nyata solidaritas kumpulkan donasi untuk saudara kita yang terkena bencana di Aceh dan Sumatera.‎Aksi kemanusiaan tersebut menjadi respons atas bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera, yang tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga […]

  • Ketua Pemuda Pancasila PAC Gunung Anyar Apresiasi Dukungan Masyarakat dan Media dalam Pelantikan Ketua Baru.

    Ketua Pemuda Pancasila PAC Gunung Anyar Apresiasi Dukungan Masyarakat dan Media dalam Pelantikan Ketua Baru.

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Surabaya, Gresik Bersuara – Ketua Pemuda Pancasila (PP) PAC Gunung Anyar menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pemilihan dan pelantikan ketua baru PAC Gunung Anyar. Dukungan dari masyarakat, tokoh pemuda, hingga media, khususnya Radar CNN, dinilai sangat penting dalam mensukseskan acara tersebut. “Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat […]

  • Portable Bluetooth Speakers That can Go Literally Anywhere

    Portable Bluetooth Speakers That can Go Literally Anywhere

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle GB Admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Good web design has visual weight, is optimized for various devices, and has content that is prioritized for the medium. The most important elements of a web page should have more visual weight to “naturally attract” a visitor’s attention. Good design is making something intelligible and memorable. Great design is making something memorable and meaningful. […]

  • Seeking Suggestions Regarding Headsets for Conference Interpreters

    Seeking Suggestions Regarding Headsets for Conference Interpreters

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle GB Admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Good web design has visual weight, is optimized for various devices, and has content that is prioritized for the medium. The most important elements of a web page should have more visual weight to “naturally attract” a visitor’s attention. Good design is making something intelligible and memorable. Great design is making something memorable and meaningful. […]

  • Broke a Glass? Someday You Might 3-D-Print a New One

    Broke a Glass? Someday You Might 3-D-Print a New One

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Cursus iaculis etiam in In nullam donec sem sed consequat scelerisque nibh amet, massa egestas risus, gravida vel amet, imperdiet volutpat rutrum sociis quis velit, commodo enim aliquet. Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus […]

expand_less