Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

  • account_circle GB Admin
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
 Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

PONOROGO – Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film-film kini menjadi realitas pahit di Ponorogo. Hukum dan kepatutan dipaksa tunduk oleh gerombolan debt collector (DC) berkedok penagihan utang. Sebuah mobil Daihatsu Rocky milik warga di Ponorogo dirampas paksa, bukan oleh aparat berwenang, melainkan oleh preman-preman berbekal surat kuasa yang patut dicurigai. Kasus ini bukan sekadar insiden penarikan kendaraan, melainkan cermin bobroknya sistem penagihan yang kerap kali menjadi lahan empuk bagi praktik pemerasan.

 Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

 

​Narasi klasik penagihan berbalut ancaman kembali terulang. Korban, yang diwakili oleh Abah Rosid, didatangi oleh oknum DC dari PT. Hema Glori Sejahtera. Mereka datang membawa surat dari Mandiri Tunas Finance (MTF), seolah-olah penarikan tersebut adalah prosedur sah. Namun, kejanggalan muncul saat Abah Rosid bersikeras bahwa tunggakan yang dimaksud telah dibayarkan. Bukannya mencari solusi atau memverifikasi data, oknum DC bernama Luki justru mengabaikan fakta tersebut. Ia kukuh meminta uang tunai sebesar Rp18 juta yang ia sebut sebagai “BT” atau “biaya tarikan”. Ini adalah sebuah pungutan liar yang tidak tercantum dalam kontrak kredit mana pun.

 Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

 

​Ini bukan lagi soal penagihan piutang, melainkan modus pemerasan yang terstruktur. Pungutan “BT” sebesar Rp18 juta, yang disebut-sebut telah “dikeluarkan oleh PT” dan kemudian “dikembalikan” seperti yang tertera dalam tangkapan layar WhatsApp, adalah indikasi kuat adanya permainan kotor. Ini adalah skema “peras-balik” yang memanfaatkan ketakutan dan kepanikan debitur. Oknum DC memposisikan diri seolah-olah mereka adalah pahlawan. Mereka bisa “menyelesaikan” masalah dengan imbalan sejumlah uang, padahal justru merekalah yang menciptakan masalah tersebut.

 Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

 

​Fakta ini menegaskan betapa lemahnya pengawasan terhadap industri jasa penagihan. Perusahaan pembiayaan seringkali lepas tangan, menyerahkan penanganan kredit macet kepada pihak ketiga yang tidak terverifikasi, membuka celah lebar bagi praktik premanisme. Kejadian di Ponorogo ini harus menjadi lonceng peringatan. Keabsahan surat penarikan, metode penagihan, hingga pungutan “biaya tarikan” harus dipertanyakan secara fundamental. Jika praktik ini dibiarkan, masyarakat akan terus menjadi korban dari oknum-oknum yang menjual jasa penagihan, padahal sesungguhnya mereka sedang memperdagangkan ketakutan.

 Pemandangan mengerikan yang seharusnya hanya ada di film Mobil Dirampas Debt Collector, Warga Ponorogo Jadi Korban Pemerasan Berkedok BT

 

​Abah Rosid telah menunjukkan keberaniannya dengan memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Langkah ini harus diapresiasi dan didukung. Kasus ini bukan hanya tentang satu unit mobil yang dirampas, tetapi tentang martabat dan hak warga negara yang diinjak-injak. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas. Tidak hanya menangani insiden penarikan paksa ini, tetapi juga membongkar jaringan pemerasan yang mungkin melibatkan oknum di dalam perusahaan pembiayaan itu sendiri. Pemberian sanksi yang berat harus dijatuhkan agar praktik ini tidak lagi dianggap sepele.

(Red/team)

  • Penulis: GB Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • MEMBANGUN BENTENG INTEGRITAS PERS DI ERA DIGITAL MSRI.GELAR DIKLAT DAN RAKOMAS DI MOJOKERTO

    MEMBANGUN BENTENG INTEGRITAS PERS DI ERA DIGITAL MSRI.GELAR DIKLAT DAN RAKOMAS DI MOJOKERTO

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

      MOJOKERTO, – GRESIK BERSUARA – Di tengah suasana sejuk alam pegunungan Villa Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, denyut semangat jurnalistik terasa kental selama dua hari penuh, 6 hingga 7 Desember 2025. Ratusan insan pers yang tergabung dalam Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) berkumpul, bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk mengasah ketajaman pena dan merumuskan masa […]

  • Scientists Fear Climate Data Gap as Trump Aims at Satellites

    Scientists Fear Climate Data Gap as Trump Aims at Satellites

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Cursus iaculis etiam in In nullam donec sem sed consequat scelerisque nibh amet, massa egestas risus, gravida vel amet, imperdiet volutpat rutrum sociis quis velit, commodo enim aliquet. Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus […]

  • Polemik Ujian Perangkat Desa Sidomulyo, Peserta Gagal Tuding Panitia Tidak Transparan dan Pertanyakan Legalitas Pihak Ketiga

    Polemik Ujian Perangkat Desa Sidomulyo, Peserta Gagal Tuding Panitia Tidak Transparan dan Pertanyakan Legalitas Pihak Ketiga

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

      Lamongan, Gresik Bersuara – Ujian perangkat Desa Sidomulyo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, yang digelar Kamis (18/9/2025) lalu, menyisakan polemik. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidomulyo, Masnun, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan ujian tersebut. Polemik semakin mencuat setelah beredar isu dugaan jual beli jabatan atau gratifikasi senilai Rp250 juta untuk tiga formasi jabatan yang kosong, yakni Kaur […]

  • BEM PTNU: Wacana Reset Indonesia Berpotensi Ancam Persatuan Nasional

    BEM PTNU: Wacana Reset Indonesia Berpotensi Ancam Persatuan Nasional

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, Gresik Bersuara – 21 September 2025, Gelombang wacana dengan tagar “Reset Indonesia” yang belakangan ramai digaungkan sejumlah kelompok aktivis dan komunitas daring mendapat tanggapan kritis dari Arya Eka Bimantara, Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi Nasional BEM PTNU. Dalam pernyataan resminya, Arya menegaskan bahwa gagasan “reset” terhadap sistem kebangsaan justru berpotensi mengancam fondasi persatuan nasional serta mengabaikan […]

  • This Is a Giant Shipworm. You May Wish It Had Stayed In Its Tube.

    This Is a Giant Shipworm. You May Wish It Had Stayed In Its Tube.

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Cursus iaculis etiam in In nullam donec sem sed consequat scelerisque nibh amet, massa egestas risus, gravida vel amet, imperdiet volutpat rutrum sociis quis velit, commodo enim aliquet. Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus […]

  • Gus Afif Resmikan Rehab Rumah Tidak Layak Huni 2025 di Bulak Banteng, Anak Yatim Jadi Prioritas Bantuan.

    Gus Afif Resmikan Rehab Rumah Tidak Layak Huni 2025 di Bulak Banteng, Anak Yatim Jadi Prioritas Bantuan.

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

      Surabaya, Gresik Bersuara – Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), H. Mohammad Faridz Afif, S.IP., M.A.P., meluncurkan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Anggaran 2025 untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Bulak Banteng, Surabaya, Kamis (4/9/2025). Peluncuran program ini berlangsung di rumah Mbah Suki, warga Bulak Banteng yang […]

expand_less