Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Viral » JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

  • account_circle GB Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 293
  • comment 0 komentar

SIDOARJO, – Dusun Ketingan, Desa Sawoan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menyimpan jejak sejarah dan spiritualitas yang diyakini masyarakat sebagai bagian dari mata rantai dakwah poro wali di tanah Jawa. Nama Dewi Sekar Dadu hidup dalam tradisi lisan warga sebagai figur penting dalam simpul peralihan peradaban—penghubung antara senjakala Kerajaan Majapahit dan lahirnya kekuatan Islam pesisir melalui Kesultanan Demak.

Bagi warga, ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan identitas sejarah yang diwariskan lintas generasi.

Simpul Peralihan Peradaban Jawa
Dalam sejumlah babad Jawa, Dewi Sekar Dadu disebut sebagai putri Blambangan yang dipersunting Raja Majapahit, Brawijaya V. Dari rahimnya lahir Raden Patah, tokoh yang kemudian mendirikan Kesultanan Demak sebagai pusat penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.

Meski kajian akademik atas sumber-sumber tersebut masih terbuka untuk pendalaman kritis, posisi Dewi Sekar Dadu dalam konstruksi sejarah Jawa menempati ruang simbolik yang kuat: ia dipandang sebagai mata rantai nasab, budaya, dan spiritual antara dua era besar peradaban.

Dalam tradisi lisan masyarakat Ketingan, wilayah ini diyakini sebagai salah satu titik jejak spiritual perjalanan hidupnya—ruang sunyi yang menyimpan memori kolektif warga.

Akses Memprihatinkan, Kesadaran Diuji
Ironisnya, akses menuju lokasi yang diyakini sebagai jejak spiritual tersebut masih berupa jalan setapak sempit tanpa penataan memadai. Saat musim hujan, jalur berubah becek dan licin, menyulitkan warga maupun peziarah yang datang dengan niat khidmat.

Risdianto (52), warga setempat, menyampaikan harapannya dengan nada kecewa.

“Sudah lama dikenal sebagai tempat bersejarah, tapi aksesnya tetap seperti ini. Kami berharap ada perhatian nyata, bukan hanya janji.”

Senada, Ibu Kholifah (47) menegaskan bahwa warga tidak menuntut kemewahan.

“Kami tidak minta dibangun megah. Cukup layak, bersih, dan tetap dijaga kesakralannya.”

Kondisi ini menempatkan pemerintah daerah pada persimpangan moral: hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau membiarkan sejarah berjalan tanpa arah kebijakan.

Kepedulian Masyarakat: Jangan Biarkan Bergerak Sendiri

Kehadiran Gus JM bersama paguyuban Tanpo Tinulis menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warisan leluhur justru lahir dari kesadaran akar rumput. Di lokasi, Gus JM menyampaikan pesan moral yang tegas.

“Jejak Dewi Sekar Dadu ini bukan sekadar cerita masa lalu. Ini tentang akar sejarah dan nasab peradaban. Kalau kita abai, berarti kita sedang memutus mata rantai penghormatan kepada leluhur.”

Ia menekankan bahwa menjaga situs spiritual bukan soal kemegahan fisik, melainkan adab terhadap sejarah.

“Tidak perlu dibuat mewah. Yang penting tertata, bersih, dan mudah diakses. Pemerintah harus hadir. Jangan sampai masyarakat bergerak sendiri sementara yang memiliki kewenangan hanya menjadi penonton.”

Baginya, uri-uri budoyo bukan slogan seremonial, tetapi gerakan nyata lintas generasi.

“Kalau generasi hari ini tidak peduli, generasi besok hanya akan mewarisi cerita tanpa jejak. Ini tanggung jawab bersama.”

Sikap Redaksi MSRI: Negara Tidak Boleh Abai

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap potensi sejarah dan budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini simbol penghormatan terhadap sejarah dan peradaban. Jika masyarakat meyakini tempat ini bagian dari jejak dakwah para wali, pemerintah tidak boleh diam.”

Menurut Bram, semangat uri-uri budoyo harus diwujudkan dalam kebijakan konkret: perbaikan akses jalan, penataan lingkungan berbasis kearifan lokal, kajian historis akademik yang objektif, hingga penganggaran pemeliharaan secara berkelanjutan.

Warisan leluhur bukan sekadar narasi romantik masa silam, melainkan fondasi identitas sosial hari ini. Jika dibiarkan tanpa perhatian, yang tergerus bukan hanya jalan setapak, tetapi juga kesadaran sejarah generasi mendatang.
Kini publik menanti sikap tegas pemerintah: apakah hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau memilih diam di tengah perlahan pudarnya jejak sejarah?

Editor: Redaksi GRESIK BERSUARA

  • Penulis: GB Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apple Jul Announcement: What a Refresh for Macbook

    Apple Jul Announcement: What a Refresh for Macbook

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle GB Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Good web design has visual weight, is optimized for various devices, and has content that is prioritized for the medium. The most important elements of a web page should have more visual weight to “naturally attract” a visitor’s attention. Good design is making something intelligible and memorable. Great design is making something memorable and meaningful. […]

  • Konvoi Meresahkan, Polres Tuban Amankan 39 Anggota Perguruan Silat

    Konvoi Meresahkan, Polres Tuban Amankan 39 Anggota Perguruan Silat

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    TUBAN, Gresik Bersuara – Kepolisian Resor Tuban mengamankan puluhan pemuda yang melakukan konvoi di wilayah Kabupaten Tuban, Minggu (21/9/2025) sore. Sebanyak 39 orang, yang sebagian besar masih di bawah umur, diamankan karena dianggap meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu gangguan keamanan. Menurut Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, polisi juga menyita 18 unit sepeda motor […]

  • Polres Pamekasan Amankan 19 Tersangka dari 14 Kasus Narkoba dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025.

    Polres Pamekasan Amankan 19 Tersangka dari 14 Kasus Narkoba dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025.

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

       PAMEKASAN, Gresik Bersuara – Polres Pamekasan Polda Jawa Timur berhasil mengamankan 19 tersangka dari 14 kasus penyalahgunaan narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 selama 12 hari, mulai Sabtu (30/8/2025) hingga Rabu (10/9/2025). Hal ini disampaikan Wakapolres Pamekasan, Kompol Hendry Soelistiawan, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Agus Suyanto dan Kasi Humas AKP Jupriadi dalam konferensi pers di Gedung […]

  • Diduga Kelalaian Sekolah, Siswi Kelas 6 SDN Puter 1 Kaki Patah Akibat Tertimpa Meja Saat Pembelajaran

    Diduga Kelalaian Sekolah, Siswi Kelas 6 SDN Puter 1 Kaki Patah Akibat Tertimpa Meja Saat Pembelajaran

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Gresik Bersuara – Lamongan, 25 September 2025 – Kejadian menyedihkan menimpa A, siswi kelas 6 SDN Puter 1 kecamatan Kembangbahu kabupaten Lamongan, yang mengalami luka serius pada jempol kakinya akibat kecelakaan di lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung (8/09/2025). A menjalani operasi pemasangan pen karena tulang jempol kakinya patah. Setelah dikonfirmasi oleh awak media Ayah korban […]

  • Bluetooth Technology Work in Tandem for Indoor Positioning System

    Bluetooth Technology Work in Tandem for Indoor Positioning System

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle GB Admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Good web design has visual weight, is optimized for various devices, and has content that is prioritized for the medium. The most important elements of a web page should have more visual weight to “naturally attract” a visitor’s attention. Good design is making something intelligible and memorable. Great design is making something memorable and meaningful. […]

  • Mikroplastik Kontaminasi Aliran Darah Ibu-Ibu di Gresik

    Mikroplastik Kontaminasi Aliran Darah Ibu-Ibu di Gresik

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SURABAYA, GRESIK BERSUARA– Suasana depan Gedung Negara Grahadi, Rabu siang 4 Desember 2025, dipenuhi asap dan potongan plastik. Belasan aktivis lingkungan menggelar aksi teatrikal. Mereka menyorot bahaya yang kini mengintai masyarakat Jawa Timur. Yakni mikroplastik yang telah ditemukan di udara, air, dan juga dalam tubuh manusia. Lima aktivis membawa tongkat bambu. Mereka mengais tumpukan sampah plastik […]

expand_less