Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Viral » JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

  • account_circle GB Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 347
  • comment 0 komentar

SIDOARJO, – Dusun Ketingan, Desa Sawoan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menyimpan jejak sejarah dan spiritualitas yang diyakini masyarakat sebagai bagian dari mata rantai dakwah poro wali di tanah Jawa. Nama Dewi Sekar Dadu hidup dalam tradisi lisan warga sebagai figur penting dalam simpul peralihan peradaban—penghubung antara senjakala Kerajaan Majapahit dan lahirnya kekuatan Islam pesisir melalui Kesultanan Demak.

Bagi warga, ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan identitas sejarah yang diwariskan lintas generasi.

Simpul Peralihan Peradaban Jawa
Dalam sejumlah babad Jawa, Dewi Sekar Dadu disebut sebagai putri Blambangan yang dipersunting Raja Majapahit, Brawijaya V. Dari rahimnya lahir Raden Patah, tokoh yang kemudian mendirikan Kesultanan Demak sebagai pusat penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.

Meski kajian akademik atas sumber-sumber tersebut masih terbuka untuk pendalaman kritis, posisi Dewi Sekar Dadu dalam konstruksi sejarah Jawa menempati ruang simbolik yang kuat: ia dipandang sebagai mata rantai nasab, budaya, dan spiritual antara dua era besar peradaban.

Dalam tradisi lisan masyarakat Ketingan, wilayah ini diyakini sebagai salah satu titik jejak spiritual perjalanan hidupnya—ruang sunyi yang menyimpan memori kolektif warga.

Akses Memprihatinkan, Kesadaran Diuji
Ironisnya, akses menuju lokasi yang diyakini sebagai jejak spiritual tersebut masih berupa jalan setapak sempit tanpa penataan memadai. Saat musim hujan, jalur berubah becek dan licin, menyulitkan warga maupun peziarah yang datang dengan niat khidmat.

Risdianto (52), warga setempat, menyampaikan harapannya dengan nada kecewa.

“Sudah lama dikenal sebagai tempat bersejarah, tapi aksesnya tetap seperti ini. Kami berharap ada perhatian nyata, bukan hanya janji.”

Senada, Ibu Kholifah (47) menegaskan bahwa warga tidak menuntut kemewahan.

“Kami tidak minta dibangun megah. Cukup layak, bersih, dan tetap dijaga kesakralannya.”

Kondisi ini menempatkan pemerintah daerah pada persimpangan moral: hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau membiarkan sejarah berjalan tanpa arah kebijakan.

Kepedulian Masyarakat: Jangan Biarkan Bergerak Sendiri

Kehadiran Gus JM bersama paguyuban Tanpo Tinulis menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warisan leluhur justru lahir dari kesadaran akar rumput. Di lokasi, Gus JM menyampaikan pesan moral yang tegas.

“Jejak Dewi Sekar Dadu ini bukan sekadar cerita masa lalu. Ini tentang akar sejarah dan nasab peradaban. Kalau kita abai, berarti kita sedang memutus mata rantai penghormatan kepada leluhur.”

Ia menekankan bahwa menjaga situs spiritual bukan soal kemegahan fisik, melainkan adab terhadap sejarah.

“Tidak perlu dibuat mewah. Yang penting tertata, bersih, dan mudah diakses. Pemerintah harus hadir. Jangan sampai masyarakat bergerak sendiri sementara yang memiliki kewenangan hanya menjadi penonton.”

Baginya, uri-uri budoyo bukan slogan seremonial, tetapi gerakan nyata lintas generasi.

“Kalau generasi hari ini tidak peduli, generasi besok hanya akan mewarisi cerita tanpa jejak. Ini tanggung jawab bersama.”

Sikap Redaksi MSRI: Negara Tidak Boleh Abai

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap potensi sejarah dan budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini simbol penghormatan terhadap sejarah dan peradaban. Jika masyarakat meyakini tempat ini bagian dari jejak dakwah para wali, pemerintah tidak boleh diam.”

Menurut Bram, semangat uri-uri budoyo harus diwujudkan dalam kebijakan konkret: perbaikan akses jalan, penataan lingkungan berbasis kearifan lokal, kajian historis akademik yang objektif, hingga penganggaran pemeliharaan secara berkelanjutan.

Warisan leluhur bukan sekadar narasi romantik masa silam, melainkan fondasi identitas sosial hari ini. Jika dibiarkan tanpa perhatian, yang tergerus bukan hanya jalan setapak, tetapi juga kesadaran sejarah generasi mendatang.
Kini publik menanti sikap tegas pemerintah: apakah hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau memilih diam di tengah perlahan pudarnya jejak sejarah?

Editor: Redaksi GRESIK BERSUARA

  • Penulis: GB Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MDS Ansor Gianyar Gelar Dirosah Ula, Perkuat Tradisi Aswaja dan Kaderisasi NU

    MDS Ansor Gianyar Gelar Dirosah Ula, Perkuat Tradisi Aswaja dan Kaderisasi NU

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

      Bali, Gresik Bersuara – Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Gianyar kembali menegaskan komitmennya dalam menguatkan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan menggelar kegiatan Dirosah Ula di MA 45 Gianyar, Gedung Yayasan Penolong Pendidikan Anak Yatim (YAPENNATIM), pada Sabtu (20/09/2025). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PW Ansor Bali H. Tomy Reza […]

  • Polisi Masuk Sekolah: Polresta Sidoarjo Dorong Siswa, Guru, dan Orang Tua Bersatu Lawan Perundungan.

    Polisi Masuk Sekolah: Polresta Sidoarjo Dorong Siswa, Guru, dan Orang Tua Bersatu Lawan Perundungan.

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

       SIDOARJO, Gresik Bersuara – Maraknya kasus bullying di sejumlah daerah menjadi atensi khusus Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur. Melalui program Police Goes to School, jajaran Polresta Sidoarjo terus menggelorakan gerakan anti-bullying di kalangan pelajar. Seperti yang dilakukan Kanit Binmas Polsek Taman, AKP Abdullah Madjid, saat menyosialisasikan bahaya bullying di SDN Kramat Jegu 2, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini […]

  • Penuh Kekompakan, Warga Ploro Babat Gelar Sholawat Akbar dan Santunan Anak Yatim

    Penuh Kekompakan, Warga Ploro Babat Gelar Sholawat Akbar dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    LAMONGAN, Gresik Bersuara – Lapangan bola voli Dusun Ploro, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, menjadi saksi ribuan warga yang tumpah ruah dalam acara Ploro Bersholawat pada Ahad (21/9/2025) malam. Kegiatan ini digagas berkat semangat dan kekompakan pemuda-pemudi Karang Taruna Bina Pemuda Dusun Ploro, Komunitas AKM 2024, dan Konco Kumpul Saklawase. Acara yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad […]

  • Hello world!

    Hello world!

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 54
    • 1Komentar

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

  • Memperingati Haul ke-47 KH. Alimas’ud Pagerwojo: Momentum Syukur dan Pengabdian Umat

    Memperingati Haul ke-47 KH. Alimas’ud Pagerwojo: Momentum Syukur dan Pengabdian Umat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle GB Admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SIDOARJO GRESIK BERSUARA– Suasana khidmat simpang Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Sabtu (17/1/2026). Ratusan jamaah dari berbagai penjuru berkumpul untuk memperingati Haul ke-47 KH. Alimas’ud , seorang ulama karismatik yang dikenal atas dedikasinya dalam dakwah dan pembinaan umat. Acara tahunan ini bukan sekadar peringatan rutin, melainkan wujud penghormatan mendalam atas jasa dan keteladanan almarhum […]

  • Tahanan Kasus Pencabulan Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Polsek Genuk Semarang

    Tahanan Kasus Pencabulan Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Polsek Genuk Semarang

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Semarang, Gresik Bersuara – Seorang tahanan berinisial MH yang dititipkan di Polsek Genuk, Kota Semarang, meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh sesama tahanan. Kasus ini kini ditangani Propam Polda Jawa Tengah, termasuk dengan memeriksa Kapolsek dan jajaran anggotanya. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, MH meninggal beberapa hari lalu akibat penganiayaan di […]

expand_less