Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Viral » JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

JEJAK SPIRITUAL DEWI SEKAR DADU DI DUSUN KETINGAN, PAGUYUBAN GUBUG TAMPO TINULIS TEGASKAN: PEMERINTAH JANGAN TUTUP MATA INI SOAL URI URI BUDOYO

  • account_circle GB Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 380
  • comment 0 komentar

SIDOARJO, – Dusun Ketingan, Desa Sawoan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menyimpan jejak sejarah dan spiritualitas yang diyakini masyarakat sebagai bagian dari mata rantai dakwah poro wali di tanah Jawa. Nama Dewi Sekar Dadu hidup dalam tradisi lisan warga sebagai figur penting dalam simpul peralihan peradaban—penghubung antara senjakala Kerajaan Majapahit dan lahirnya kekuatan Islam pesisir melalui Kesultanan Demak.

Bagi warga, ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan identitas sejarah yang diwariskan lintas generasi.

Simpul Peralihan Peradaban Jawa
Dalam sejumlah babad Jawa, Dewi Sekar Dadu disebut sebagai putri Blambangan yang dipersunting Raja Majapahit, Brawijaya V. Dari rahimnya lahir Raden Patah, tokoh yang kemudian mendirikan Kesultanan Demak sebagai pusat penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.

Meski kajian akademik atas sumber-sumber tersebut masih terbuka untuk pendalaman kritis, posisi Dewi Sekar Dadu dalam konstruksi sejarah Jawa menempati ruang simbolik yang kuat: ia dipandang sebagai mata rantai nasab, budaya, dan spiritual antara dua era besar peradaban.

Dalam tradisi lisan masyarakat Ketingan, wilayah ini diyakini sebagai salah satu titik jejak spiritual perjalanan hidupnya—ruang sunyi yang menyimpan memori kolektif warga.

Akses Memprihatinkan, Kesadaran Diuji
Ironisnya, akses menuju lokasi yang diyakini sebagai jejak spiritual tersebut masih berupa jalan setapak sempit tanpa penataan memadai. Saat musim hujan, jalur berubah becek dan licin, menyulitkan warga maupun peziarah yang datang dengan niat khidmat.

Risdianto (52), warga setempat, menyampaikan harapannya dengan nada kecewa.

“Sudah lama dikenal sebagai tempat bersejarah, tapi aksesnya tetap seperti ini. Kami berharap ada perhatian nyata, bukan hanya janji.”

Senada, Ibu Kholifah (47) menegaskan bahwa warga tidak menuntut kemewahan.

“Kami tidak minta dibangun megah. Cukup layak, bersih, dan tetap dijaga kesakralannya.”

Kondisi ini menempatkan pemerintah daerah pada persimpangan moral: hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau membiarkan sejarah berjalan tanpa arah kebijakan.

Kepedulian Masyarakat: Jangan Biarkan Bergerak Sendiri

Kehadiran Gus JM bersama paguyuban Tanpo Tinulis menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warisan leluhur justru lahir dari kesadaran akar rumput. Di lokasi, Gus JM menyampaikan pesan moral yang tegas.

“Jejak Dewi Sekar Dadu ini bukan sekadar cerita masa lalu. Ini tentang akar sejarah dan nasab peradaban. Kalau kita abai, berarti kita sedang memutus mata rantai penghormatan kepada leluhur.”

Ia menekankan bahwa menjaga situs spiritual bukan soal kemegahan fisik, melainkan adab terhadap sejarah.

“Tidak perlu dibuat mewah. Yang penting tertata, bersih, dan mudah diakses. Pemerintah harus hadir. Jangan sampai masyarakat bergerak sendiri sementara yang memiliki kewenangan hanya menjadi penonton.”

Baginya, uri-uri budoyo bukan slogan seremonial, tetapi gerakan nyata lintas generasi.

“Kalau generasi hari ini tidak peduli, generasi besok hanya akan mewarisi cerita tanpa jejak. Ini tanggung jawab bersama.”

Sikap Redaksi MSRI: Negara Tidak Boleh Abai

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap potensi sejarah dan budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini simbol penghormatan terhadap sejarah dan peradaban. Jika masyarakat meyakini tempat ini bagian dari jejak dakwah para wali, pemerintah tidak boleh diam.”

Menurut Bram, semangat uri-uri budoyo harus diwujudkan dalam kebijakan konkret: perbaikan akses jalan, penataan lingkungan berbasis kearifan lokal, kajian historis akademik yang objektif, hingga penganggaran pemeliharaan secara berkelanjutan.

Warisan leluhur bukan sekadar narasi romantik masa silam, melainkan fondasi identitas sosial hari ini. Jika dibiarkan tanpa perhatian, yang tergerus bukan hanya jalan setapak, tetapi juga kesadaran sejarah generasi mendatang.
Kini publik menanti sikap tegas pemerintah: apakah hadir sebagai penjaga warisan budaya, atau memilih diam di tengah perlahan pudarnya jejak sejarah?

Editor: Redaksi GRESIK BERSUARA

  • Penulis: GB Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Kelalaian Sekolah, Siswi Kelas 6 SDN Puter 1 Kaki Patah Akibat Tertimpa Meja Saat Pembelajaran

    Diduga Kelalaian Sekolah, Siswi Kelas 6 SDN Puter 1 Kaki Patah Akibat Tertimpa Meja Saat Pembelajaran

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Gresik Bersuara – Lamongan, 25 September 2025 – Kejadian menyedihkan menimpa A, siswi kelas 6 SDN Puter 1 kecamatan Kembangbahu kabupaten Lamongan, yang mengalami luka serius pada jempol kakinya akibat kecelakaan di lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung (8/09/2025). A menjalani operasi pemasangan pen karena tulang jempol kakinya patah. Setelah dikonfirmasi oleh awak media Ayah korban […]

  • Polres Madiun Gencar Sosialisasi Cegah Kenakalan Remaja di Desa Purworejo

    Polres Madiun Gencar Sosialisasi Cegah Kenakalan Remaja di Desa Purworejo

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MADIUN, Gresik Bersuara – 20 September 2025 Dalam upaya mencegah kenakalan remaja, Polres Madiun Polda Jatim terus mengintensifkan sosialisasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Salah satunya dilakukan Kapolsek Geger, Polres Madiun, AKP Hafiz Prasetia Akbar, yang menggelar kegiatan di Balai Desa Purworejo bersama aparat desa setempat. Ia mengumpulkan para orang tua dan remaja untuk diberikan wawasan serta […]

  • FPU 7 MINUSCA Siap Diberangkatkan ke Afrika Tengah, Kadivhubinter Polri Tegaskan Profesionalisme dan Misi Perdamaian.

    FPU 7 MINUSCA Siap Diberangkatkan ke Afrika Tengah, Kadivhubinter Polri Tegaskan Profesionalisme dan Misi Perdamaian.

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

      Lembang, 19 September 2025. Gresik Bersuara – Kepolisian Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi aktif dalam misi PBB. Hari ini, Divisi Hubungan Internasional Polri melaksanakan upacara tradisi pembaretan, sebagai penanda berakhirnya pelatihan pasukan Formed Police Unit (FPU) 7 yang akan bertugas dalam misi MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic). Kadivhubinter […]

  • SW Tech Shows The Future of Next-Gen VR with Prototype Headset

    SW Tech Shows The Future of Next-Gen VR with Prototype Headset

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle GB Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Good web design has visual weight, is optimized for various devices, and has content that is prioritized for the medium. The most important elements of a web page should have more visual weight to “naturally attract” a visitor’s attention. Good design is making something intelligible and memorable. Great design is making something memorable and meaningful. […]

  • Tahanan Kasus Pencabulan Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Polsek Genuk Semarang

    Tahanan Kasus Pencabulan Tewas Dianiaya Sesama Tahanan di Polsek Genuk Semarang

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Semarang, Gresik Bersuara – Seorang tahanan berinisial MH yang dititipkan di Polsek Genuk, Kota Semarang, meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh sesama tahanan. Kasus ini kini ditangani Propam Polda Jawa Tengah, termasuk dengan memeriksa Kapolsek dan jajaran anggotanya. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, MH meninggal beberapa hari lalu akibat penganiayaan di […]

  • Wanita Asal Lampung DS Diduga Jadi Korban Jebakan, Kuasa Hukum Bawa Kasus Diskriminasi Mojokerto ke Polda Jatim

    Wanita Asal Lampung DS Diduga Jadi Korban Jebakan, Kuasa Hukum Bawa Kasus Diskriminasi Mojokerto ke Polda Jatim

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle GB Admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

       Mojokerto, Gresik Bersuara – Kasus dugaan tindak pidana seksual yang menjerat seorang wanita berinisial DS (33), asal Bandar Lampung, kini berbuntut panjang. DS membantah keras tuduhan pemerkosaan terhadap seorang janda di Mojokerto, dan menyebut dirinya justru menjadi korban jebakan. Menurut DS, kedatangannya ke Mojokerto murni untuk menanyakan perihal bisnis yang sebelumnya telah disepakati dengan MZ (35), warga Desa Bening, […]

expand_less